Durramempunyai arti: Mutiara yang besar, dan berasal dari bahasa Arab. Nama Durra adalah rekomendasi terbaik untuk para orang tua beragama muslim karena bermakna baik dan indah, sesuai dengan syariat menurut Al-Qur'an. Selain unik, nama Durra juga terdengar sangat keren dan modern.
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan terjemah kitab Al-Hikam karya dari Ibnu Atha'illah as-Sakandari versi PDF-nya, baik versi bahasa Arab, Indonesia, dan Bahasa Inggris Tetapi sebelumnya, kami akan mengulas sedikit mengenai profil pengarang dan substansi singkat dari kandungan kitab Al-Hikam. Berikut penjelasannya: Sekilas tentang pengarang kitab Al-Hikam
20Kata Mutiara Bahasa Arab tentang Ilmu dan Artinya Gambar Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah taala. Ummii kagiimata tahmilu humuumanaa jamiilan wa laa tumthorunaa ilaa farhan Artinya. Untuk kesehatan yang baik kendalikan makananmu. Dalam tulisan ini disuguhkan tulisan arab latin serta arti dari setiap bait kalimat.
KataKata Bijak Ibnu Athaillah Engkau merdeka dari apa yang tak kau inginkan. Engkau budak dari apa yang kau serakahi. - Ibnu Athaillah Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah. - Ibnu Athaillah
BacaanSurat Al-Insyirah Arab Latin dan Artinya Serta Keutamaan Jika Istiqomah Dibaca 1. Jika ia tidak bergerak maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk 3. Sudah lama saya tidak menulis tentang kata-kata mutiara hikam. Kata mutiara imam syafi i bahasa arab dan artinya Indeed lately has been sought by consumers around us maybe one of you.
Bukusetebal 323 halaman ini berisi penjelasan dari 50 mutiara hikmah yang tertuang dalam kitab Al-Hikam. Awal bab selalu dibuka dengan kalam mutiara hikmah dari kitab tersebut, dalam Bahasa arab. Di bawahnya persis terdapat terjemahan dalam huruf latin dan Bahasa Indonesia.
. Kata motivasi islami berbahasa arab – Setiap manusia hidup pasti menjalankan berbagai kegiatan seperti berpikir, berbicara, mendengar, membaca, menulis, dan bekerja. Semua kegiatan itu melibatkan kata-kata. Kata-kata menyimpan kekuatan yang luar biasa dahsyat. Setiap kata-kata yang terucap, baik diucapkan keluar ataupun hanya sekedar diucapkan dalam hati, memiliki dampak yang luar biasa bagi jiwa seseorang, baik untuk diri sendiri yang mengucapkannya maupun bagi orang lain. Kekuatan dari sebuah kata-kata memang tidak bisa diremehkan. Sebuah kata mutiara indah yang mengandung nasehat akan mampu mempengaruhi pembacanya untuk mengikuti nasehat tersebut. Begitu juga sebuah kata motivasi, mampu menyalurkan energi positif kepada pembaca dan penuturnya untuk lebih semangat dalam menjalani hidup serta menggapai tujuan yang dicita-citakan. Pernah dengar istilah Mahfuzhat? Dalam tradisi literatur di pesantren, istilah Mahfuzhat ini cukup populer, yaitu merujuk kepada kalimat-kalimat indah yang memuat kata-kata mutiara, motivasi, pepatah bijak, serta hikmah dan falsafah hidup. Mahfuzhat biasanya disarikan dari berbagai nasehat yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, perkataan para sahabat, ulama, penyair, hingga kata-kata yang bersifat anonim. Baca juga Kata bijak islami tentang doa Kata Motivasi Islami dan Mutiara Indah Berbahasa Arab Berikut ini beberapa kata mutiara dan kata motivasi islami berbahasa arab yang banyak memuat nasehat bijak serta motivasi islami penuh semangat. Kata mutiara dan motivasi islami yang begitu indah ini tersaji dalam bentuk kalimat sederhana yang singkat namun sarat makna. Menghayati dan meresapi pesan-pesan indah yang terkandung di dalamnya akan sangat bermanfaat untuk melembutkan jiwa serta meningkatkan optimisme dalam diri. مَنْ سَارَ عَلىَ Ø§Ù„Ø¯ÙŽÙØ±Ù’ب٠وَصَلَ Barang siapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai pada tujuannya مَنْ صَبَرَ ظَÙÙØ±ÙŽ Barang siapa bersabar, maka dia akan beruntung مَنْ جَدَ٠وَجَـدَ Barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan meraih kesuksesan Ø¬ÙŽØ§Ù„ÙØ³Ù’ أَهْلَ الصÙÙØ¯Ù’ق٠وَالوَÙَاء٠Bergaulah bersama orang-orang yang jujur dan menepati janji مَنْ Ù‚ÙŽÙ„ÙŽÙ ØµÙØ¯Ù’Ù‚Ùه٠قَلَ٠صَدÙيْقÙÙ‡Ù Barang siapa sedikit kejujurannya, maka sedikit pulalah temannya Ù…ÙŽÙˆÙŽØ¯ÙŽÙØ©Ù Ø§Ù„ØµÙŽÙØ¯Ùيْق٠تَظْهَر٠وَقْتَ الضÙÙيْق٠Kecintaan seorang teman itu akan terlihat pada waktu kesempitan Ø§Ù„ØµÙŽÙØ¨Ù’Ø±Ù ÙŠÙØ¹Ùيْن٠عَلَى ÙƒÙÙ„Ù٠عَمَل٠Kesabaran akan menolong segala pekerjaan وَمَا Ø§Ù„Ù„ÙŽÙØ°ÙŽÙة٠إÙلاَ٠بَعْدَ Ø§Ù„ØªÙŽÙØ¹ÙŽØ¨Ù Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan جَرÙÙØ¨Ù’ وَلاَØÙظْ تَكÙنْ عَارÙÙًا Coba dan perhatikanlah, maka engkau akan menjadi orang yang tahu بَيْضَة٠اليَوْم٠ØÙŽÙŠÙ’رٌ Ù…Ùنْ دَجَاجَة٠الغَد٠Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari Ø£ÙØÙ’Ù„ÙØ¨Ù الْعÙلْمَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْمَهْد٠إÙÙ„ÙŽÙ‰ الَÙÙ„ØÙ’د٠Carilah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat الوَقْت٠أَØÙ’Ù…ÙŽÙ†Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ الذَÙهَب٠Waktu itu lebih berharga daripada emas ØÙŽÙŠÙ’ر٠جَلÙيْس٠ÙÙŠ الزÙÙ…Ø§Ù†Ù ÙƒÙØªØ§Ø¨Ù Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku العَقْل٠السَÙÙ„Ùيْم٠ÙÙŠÙ Ø§Ù„Ø¬ÙØ³ÙÙ… السَÙÙ„Ùيْم٠Akal yang sehat terletak pada badan yang sehat مَنْ يَزْرَعْ ÙŠÙŽØÙ’ØµÙØ¯Ù’ Barang siapa menanam, pasti ia akan memetik mengetam لَوْلاَ العÙلْم٠لَكَانَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù كَالبَهَائÙÙ…Ù Kalaulah tidak karena ilmu, niscaya manusia itu seperti binatang ØÙŽÙŠÙ’ر٠الأَصْØÙŽØ§Ø¨Ù مَنْ يَدÙÙ„ÙÙÙƒÙŽ عَلىَ الØÙŽÙŠÙ’ر٠Sebaik-baik teman ialah ia yang menunjukkan kamu kepada kebaikan التَعَلÙÙ…Ù ÙÙŠ الصÙÙØºÙŽØ±Ù كالنَقْش٠عَلى الØÙŽØ¬ÙŽØ±Ù Belajar di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu تَعَلَÙمَنْ صَغÙيْرًا وَاعْمَلْ بÙه٠كَبÙيْرًا Belajarlah dengan sungguh-sungguh di waktu kecil dan kemudian amalkan di waktu besar لَنْ ØªÙŽØ±Ù’Ø¬ÙØ¹ÙŽ Ø§Ù„Ø£ÙŽÙŠØ§ÙŽÙÙ…Ù Ø§Ù„ÙŽÙØªÙŠÙ مَضَتْ Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang telah berlalu Kata mutiara islami berbahasa arab الْعÙلْم٠بÙلَا Ø¹ÙŽÙ…ÙŽÙ„Ù ÙƒÙŽØ§Ù„Ø´ÙŽÙØ¬ÙŽØ±Ù بÙلَا ØÙŽÙ…َر٠Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah لَا تَØÙ’ØªÙŽÙ‚ÙØ±Ù’ Ù…ÙØ³Ù’ÙƒÙيْنًا ÙˆÙŽÙƒÙنْ Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙØ¹Ùيْنًا Jangan menghina orang miskin, tapi jadilah penolong baginya الاتÙÙØÙŽØ§Ø¯Ù Ø£ÙŽØ³ÙŽØ§Ø³Ù Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ¬ÙŽØ§ØÙ Persatuan adalah pangkal keberhasilan سَلاَمَة٠الإÙنْسَان٠ÙÙŠÙ ØÙÙْظ٠اللÙÙØ³ÙŽØ§Ù†Ù Keselamatan manusia itu terletak pada penjagaan lidahnya perkataannya Ø§Ù„Ø´ÙŽÙØ±ÙŽÙÙ Ø¨ÙØ§Ù„أَدَب٠لاَ Ø¨ÙØ§Ù„Ù†ÙŽÙØ³ÙŽØ¨Ù Kemuliaan itu karena adab kesopanan budi pekerti, bukan karena nasab keturunan آدَاب٠المَرْء٠ØÙŽÙŠÙ’رٌ Ù…Ùنْ ذَهَبÙÙ‡Ù Adab seseorang itu lebih berharga daripada kekayaannya Ø¢Ùَة٠الْعÙلْم٠النÙÙØ³Ù’يَان٠Bencananya ilmu adalah lupa سÙوْء٠الØÙÙ„ÙÙ‚Ù ÙŠÙØ¹Ù’دÙÙŠ Akhlaq yang buruk itu menular Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ صَدَقَ العَزْم٠وَضَØÙŽ Ø§Ù„Ø³ÙŽÙØ¨Ùيْل٠Jika ada kemauan keras, pasti terbukalah jalannya Ø£ÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙ’ Ù†ÙŽÙْسَكَ ÙŠÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙ’ Ù„ÙŽÙƒÙŽ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Perbaikilah dirimu sendiri, maka orang lain juga akan berbuat baik kepadamu لاَ تَØÙ’ØªÙŽÙ‚ÙØ±Ù’ مَنْ دÙوْنَكَ ÙÙŽÙ„ÙÙƒÙÙ„Ù٠شَيْئ٠مَزÙÙŠÙŽÙØ©ÙŒ Jangan menghina seseorang yang lebih rendah darimu, karena setiap orang memiliki kelebihan ÙÙŽÙƒÙÙØ±Ù’ قَبْلَ أَنْ تَعْزÙÙ…Ù Berpikirlah terlebih dahulu sebelum kamu berbuat sesuatu مَنْ ØÙŽÙَرَ ØÙÙْرَةً وَقَعَ ÙÙيْهَا Barang siapa menggali lobang, maka ia akan terperosok di dalamnya مَنْ عَرَÙÙŽ Ø¨ÙØ¹Ù’دَ السَÙÙÙŽØ±Ù Ø§ÙØ³Ù’تَعَدَ٠Barang siapa yang sadar akan jauhnya sebuah perjalanan, maka ia akan bersiap-siap عَدÙوٌ٠عَاقÙÙ„ÙŒ ØÙŽÙŠÙ’رٌ Ù…Ùنْ صَدÙيق٠جَاهÙÙ„Ù Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh Ø§ÙØ¬Ù’هَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَك٠غَاÙÙلاً Ùَنَدَامَة٠العÙقْبىَ Ù„Ùمَنْ يَتَكاَسَل٠Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malasan, dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu akibat bagi orang yang bermalas-malasan مَنْ ÙƒÙŽØÙرَ Ø¥ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†ÙÙ‡Ù ÙƒÙŽØÙرَ Ø¥ÙØÙ’ÙˆÙŽØ§Ù†ÙÙ‡Ù Barang siapa banyak perbuatan baiknya, maka banyak pulalah temannya لاَ ØªÙØ¤ÙŽØÙÙØ±Ù’ عَمَلَكَ Ø¥Ùلىَ الغَد٠مَا ØªÙŽÙ‚Ù’Ø¯ÙØ±Ù أَنْ تَعْمَلَه٠اليَوْمَ Jangan menunda pekerjaan hingga esok hari, padahal kamu dapat mengerjakannya hari ini ØÙŽÙŠÙ’Ø±Ù Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Ø£ÙŽØÙ’سَنÙÙ‡Ùمْ ØÙÙ„Ùقاً وَأَنْÙَعÙÙ‡Ùمْ Ù„ÙÙ„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik budi pekertinya dan yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya Ø§ÙØªÙ’رÙÙƒÙ Ø§Ù„Ø´ÙŽÙØ±ÙŽÙ يَتْرÙكْكَ Tinggalkanlah kejahatan, niscaya kejahatan itu akan meninggalkanmu Baca juga Kata nasehat islam tentang berbuat dosa Kata motivasi islami berbahasa arab ÙÙŠÙ Ø§Ù„ØªÙŽÙØ£ÙŽÙ†ÙÙÙŠ السَÙلاَمَة٠وَÙÙŠÙ Ø§Ù„Ø¹ÙŽØ¬ÙŽÙ„ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ¯ÙŽØ§Ù…َة٠Dalam kehati-hatian ada keselamatan, dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan الرÙÙÙÙ’Ù‚Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ø¶ÙŽÙØ¹ÙيْÙÙ Ù…Ùنْ ØÙÙ„ÙÙ‚Ù Ø§Ù„Ø´ÙŽÙØ±ÙيْÙÙ Berlaku lemah lembut kepada orang yang lemah itu termasuk akhlak orang yang mulia terhormat ØÙŽÙ…َرَة٠التَÙÙْرÙÙŠØÙ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ¯ÙŽØ§Ù…َة٠وَØÙŽÙ…َرَة٠الْØÙŽØ²Ù’م٠السَÙلَامَة٠Buah kelengahan adalah penyesalan, dan buah kecermatan adalah keselamatan Ùَجَزَاء٠سَيÙÙØ¦ÙŽØ©Ù سَيÙÙØ¦ÙŽØ©ÙŒ Ù…ÙØÙ’Ù„Ùهَا Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa dengannya مَنْ Ø¹ÙŽØ°ÙØ¨ÙŽ Ù„ÙØ³ÙŽØ§Ù†ÙÙ‡Ù ÙƒÙŽØÙرَ Ø¥ÙØÙ’ÙˆÙŽØ§Ù†ÙÙ‡Ù Barang siapa manis tutur katanya, maka banyak pulalah temannya تَرْك٠الجَوَاب٠عَلىَ الجَاهÙل٠جَوَابٌ Tidak menjawab pertanyaan orang yang bodoh adalah sebuah jawaban Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ تَمَ٠العَقْل٠قَلَ٠الكَلاَم٠Apabila akal seseorang telah sempurna, maka sedikit pulalah bicaranya Ù‚Ùل٠الØÙŽÙ‚َ٠وَلَوْ كَانَ Ù…ÙØ±Ù‹Ùا Katakanlah kebenaran meski itu pahit مَنْ ØÙŽÙ„َبَ Ø£ÙŽØÙ‹Ø§ بÙلاَ عَيْب٠بَقÙÙŠÙŽ بَلاَ Ø£ÙŽØÙ Barang siapa yang mencari teman tanpa cela, maka selamanya ia tidak akan mempunyai teman ØÙŽÙŠÙ’ر٠مَالÙÙƒÙŽ مَا Ù†ÙŽÙَعَكَ Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu Ù„ÙÙƒÙÙ„Ù٠مَقَام٠مَقَالٌ ÙˆÙŽÙ„ÙÙƒÙÙ„Ù٠مَقَال٠مَقَامٌ Setiap tempat memiliki perkataannya masing-masing, dan setiap perkataan memiliki tempatnya masing-masing ØÙŽÙŠÙ’ر٠الأÙÙ…Ùوْر٠أَوْسَاØÙهَا Sebaik-baik perkara adalah pertengahanya yang sedang-sedang saja Ø¥ÙØ°Ø§ÙŽ Ù„Ù…ÙŽ Ù’ تَسْتَØÙ’ÙŠÙ Ùَاصْنَعْ مَا Ø´ÙØ¦Ù’تَ Apabila kamu tidak merasa malu, maka berbuatlah sesuka hatimu لَيْسَ اليَتÙÙŠÙ’Ù…Ù Ø§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠ قَدْ مَاتَ ÙˆÙŽØ§Ù„ÙØ¯Ùه٠بَل٠اليَتÙيْم٠يَتÙيْم٠العÙلْم٠وَالأَدَب٠Bukanlah yang disebut anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi sebenarnya anak yatim ialah yang tidak memiliki ilmu dan budi pekerti لَيْسَ العَيْب٠لÙمَنْ كَانَ ÙÙŽÙ‚Ùيْرًا بَل٠العَيْب٠لÙمَنْ كَانَ بَØÙيْلاً Bukanlah aib itu bagi orang yang miskin, tapi aib itu terletak pada orang yang kikir Ù„ÙÙƒÙÙ„Ù٠عَمَل٠ØÙŽÙˆÙŽØ§Ø¨ÙŒ ÙˆÙŽÙ„ÙÙƒÙÙ„Ù٠كَلاَم٠جَوَابٌ Setiap pekerjaan itu ada imbalannya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya. Ù‡ÙŽÙ„ÙŽÙƒÙŽ Ø§Ù…Ù’Ø±ÙØ¤ÙŒ لَمْ يَعْرÙÙÙ’ قَدْرَه٠Binasalah seseorang yang tidak mengenal dirinya sendiri. وَعَامÙÙ„Ù Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³ÙŽ Ø¨Ùمَا ØªÙØÙØ¨ÙÙ Ù…Ùنْه٠دَائÙماً Dan bergaullah dengan manusia dengan sikap yang kamu juga suka diperlakukan seperti itu. رَأْس٠الذÙÙÙ†ÙÙˆÙ’Ø¨Ù Ø§Ù„ÙƒÙŽØ°ÙØ¨Ù Pokok dari berbagai dosa adalah kebohongan. لَيْسَ Ø§Ù„Ø¬ÙŽÙ…ÙŽØ§Ù„Ù Ø¨ÙØ£ÙŽØÙ’ÙˆÙŽØ§Ø¨Ù ØªÙØ²ÙŽÙŠÙÙÙ†ÙÙ†ÙØ§ Ø¥Ùنَ٠الجَمَالَ جمَاَل٠العÙلْم٠وَالأَدَب٠Kecantikan bukanlah dengan pakaian yang melekat menghiasi diri kita, sesungguhnya kecantikan ialah kecantikan dengan ilmu dan budi pekerti. Kata mutiara islami berbahasa arab مَنْ ظَلَمَ ظÙÙ„ÙÙ…ÙŽ Barang siapa menganiaya, niscaya ia akan dianiaya. لاَ تَكÙنْ رَØÙ’باً ÙÙŽØªÙØ¹Ù’صَرَ وَلاَ ÙŠÙŽØ§Ø¨ÙØ³Ù‹Ø§ ÙَتÙÙƒÙŽØ³ÙŽÙØ±ÙŽ Janganlah kamu bersikap lemah, sehingga kamu mudah diperas. Dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu mudah dipatahkan. Ø£ÙŽØÙÙŠ لَنْ تَنَالَ العÙلْمَ Ø¥ÙÙ„Ø§ÙŽÙ Ø¨ÙØ³ÙØªÙŽÙØ©Ù سَأÙنْبÙيْكَ عَنْ تَÙْصÙيْلÙهَا Ø¨ÙØ¨ÙŽÙŠÙŽØ§Ù†Ù ذَكَاءٌ ÙˆÙŽØÙرْصٌ وَاجْتÙهَادٌ ÙˆÙŽØ¯ÙØ±Ù’Ù‡ÙŽÙ…ÙŒ ÙˆÙŽØµÙØÙ’Ø¨ÙŽØ©Ù Ø£ÙØ³Ù’تَاذ٠وَØÙوْل٠زَمَان٠Wahai saudaraku, Kamu tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara, akan aku sampaikan rinciannya dengan jelas; 1 Kecerdasan, 2 Ketamaan terhadap ilmu, 3 Kesungguhan, 4 Harta benda sebagai bekal, 5 Bergaul dengan guru, 6 Waktu yang lama. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ Ø§Ù„Ø´ÙŽÙØ±Ù٠ظَلَمَكَ Barang siapa membantumu dalam kejahatan, maka sesungguhnya ia telah berbuat aniaya terhadapmu. Ø§Ù„Ø¹ÙŽÙ…ÙŽÙ„Ù ÙŠÙŽØ¬Ù’Ø¹ÙŽÙ„Ù Ø§Ù„ØµÙŽÙØ¹Ù’بَ سَهْلاً Bekerja itu membuat yang sulit menjadi mudah. Ø§ÙØÙ’Ù„ÙØ¨Ù العÙلْمَ وَلَوْ Ø¨ÙØ§Ù„صَÙيْن٠Carilah ilmu walau sampai ke Negeri Cina. مَنْ تَأَنَÙÙ‰ نَالَ مَا تَمَنَÙÙ‰ Barang siapa berhati-hati, niscaya ia akan mendapatkan apa yang ia harapkan. Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ¸ÙŽØ§Ùَة٠مÙÙ†ÙŽ الإÙيْمَان٠Kebersihan adalah sebagian dari iman. لاَ ØÙŽÙŠÙ’رَ ÙÙŠÙ Ù„ÙŽØ°ÙŽÙØ©Ù ØªÙŽØ¹Ù’Ù‚ÙØ¨Ù نَدَماً Tak ada kebaikan bagi kenikmatan yang diiringi dengan penyesalan. Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ ÙƒÙŽØ¨ÙØ±ÙŽ Ø§Ù„Ù…ÙŽØÙ’Ù„ÙÙˆÙ’Ø¨Ù Ù‚ÙŽÙ„ÙŽÙ Ø§Ù„Ù…ÙØ³ÙŽØ§Ø¹Ùد٠Kalau besar permintaannya, maka sedikit pula penolongnya. Ø±ÙØ¨ÙŽÙ Ø£ÙŽØÙ لَمْ ØªÙŽÙ„ÙØ¯Ù’Ù‡Ù ÙˆÙŽØ§Ù„ÙØ¯ÙŽØ©ÙŒ Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu. تَنْظÙيْم٠العَمَل٠يÙÙˆÙŽÙÙÙØ±Ù Ù†ÙØµÙ’ÙÙŽ الوَقْت٠Merencanakan pekerjaan dengan baik itu akan menghemat separuh waktu. الكَلاَم٠يَنْÙÙØ°Ù مَالاَ تَنْÙÙØ°ÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ø¥ÙØ¨ÙŽØ±Ù Ucapan dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum. دَاوÙوْا الغَضَبَ Ø¨ÙØ§Ù„صÙÙمْت٠Obatilah kemarahan dengan diam. سÙيْرَة٠المَرْء٠تÙÙ†Ù’Ø¨ÙØ¦Ù عَنْ سَرÙيْرَتÙÙ‡Ù Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya. لَيْسَ ÙƒÙÙ„Ù٠مَا يَلْمَع٠ذَهَباً Setiap yang mengkilat belum tentu emas. صَدÙيْقÙÙƒÙŽ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْØÙŽÙƒÙŽÙƒÙŽ Teman adalah orang yang membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu tertawa. Ù‚ÙÙŠÙ’Ù…ÙØ©Ù المَرْء٠بÙقَدْر٠مَا ÙŠÙØÙ’Ø³ÙÙ†ÙÙ‡Ù Nilai diri seseorang itu sesuai dengan kebaikan yang telah dilakukannya. ØÙŽÙŠÙ’ر٠الكَلاَم٠مَا قَلَ٠وَدَلَ٠Sebaik-baik perkataan adalah yang sedikit namun memberi penjelasan dengan jelas. عَØÙ’رَة٠القَدَم٠أَسْلَم٠مÙنْ عَØÙ’رَة٠اللÙÙØ³ÙŽØ§Ù†Ù Tergelincirnya kaki lebih selamat daripada tergelincirnya lidah. Ø£ÙŽÙˆÙŽÙل٠الغَضَب٠جÙÙ†Ùوْنٌ ÙˆÙŽØ¢ØÙرÙه٠نَدَمٌ Awal dari kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan. ÙƒÙÙ„ÙÙ Ø´ÙŽÙŠÙ’Ø¦Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ ÙƒÙŽØÙرَ رَØÙصَ Ø¥Ùلاَ٠الأَدَبَ Segala sesuatu itu akan menjadi murah ketika banyak, kecuali budi pekerti. Baca juga Kata mutiara islami tentang berdzikir mengingat Allah Itulah beberapa kata mutiara dan motivasi indah berbahasa arab yang semoga nasehat serta semangat yang terkandung di dalam kata-kata tersebut bisa menumbuhkan semangat dalam diri serta menjadi pengingat bagi kita semua.
Kata-kata bijak Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam teks arab dan artinya, seperti syair Jalaluddin Rumi dalam kitab Al-Majalis as-Sab’ah – Kitab Al-Hikam merupakan karya Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari yang berisi maqolah atau kata-kata bijak Ibnu Atha’illah tentang kehidupan. Selain itu maqolah kitab al-hikam seperti syair dalam bahasa arab. Sebagaimana Jalaluddin Rumi dalam kitab Al-Majalis as-Sab’ah yakni kitab yang berisi tentang kumpulan nasihat. Jadi kitab al-hikam ini selain kata-kata bijak Ibnu Atha’illah merupakan laku, jalan atau tarekat dalam kajian ilmu tasawuf. Kitab al-hikam memiliki beragam kandungan tentang kehidupan baik tentang sabar, syukur, amal dan makrifat. Berikut ini kata-kata bijak Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitab al-hikam teks arab, latin dan artinya مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزّ َلَلِ Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya, adalah kurangnya ar-raja’ rasa harap kepada rahmat Allah tatkala ia mengalami kegagalan dosa إِرَ ادَ تُــكَ الـتَّجْرِ يْدَ مَـعَ إِقَامَـةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ اْلأَسْبَابِ مِنَ الشَّـهْـوَ ةِ الْخَفِـيـَّةِ وَ إِرَادَ تُـكَ اْلأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ الـتَّجْرِ يْدِ اِنحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَـلِـيـَّةِ Keinginanmu untuk tajrid meninggalkan keinginan duniawi, sementara Allah masih menetapkan engkau di dalam asbab usaha di dunia, merupakan syahwat yang tersamar halus. Dan keinginanmu kepada asbab, pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam tajrid, merupakan suatu kejatuhan dari himmah tekad spiritual yang tinggi سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ Keinginanmu yang kuat tidak akan mampu menembus dinding takdir أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ Istirahatkan dirimu dari kerisauan kebutuhan duniamu. Sebab apa yang dijamin untukmu sudah dijamin Allah, janganlah engkau sibuk memikirkannya اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ، وَ تـَقْصِيْرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ، دَ لِيلٌ عَلَى انـــْطِمَاسِ الْــبَصِيْرةِ مِنْكَ Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu oleh Allah dan kelalaianmu menjalankan kewajiban yang diamanatkan kepadamu, membuktikan butanya mata hatimu لاَ يَــكُنْ تَــأَخُّرُ أَ مَدِ الْعَطَاءِ مَعَ اْلإِلْـحَـاحِ فيِ الدُّعَاءِ مُوْجِـبَاً لِـيَأْسِكَ؛ فَـهُـوَ ضَمِنَ لَـكَ اْلإِجَـابَـةَ فِيمَا يَـخْتَارُهُ لَـكَ لاَ فِيمَا تَـختَارُ لِـنَفْسِكَ؛ وَفيِ الْـوَقْتِ الَّـذِيْ يُرِ يـْدُ لاَ فيِ الْـوَقْتِ الَّذِي تُرِ يدُ Terlambatnya pemberian Allah, mesi sudah memohon berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginanmu sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan لاَ يـُشَـكِّكَــنَّكَ فيِ الْـوَعْدِ عَدَمُ وُقُــوْعِ الْـمَـوْعُـوْدِ ، وَ إِنْ تَـعَـيَّنِ زَمَنُهُ ؛ لِئَـلاَّ يـَكُوْنَ ذَ لِكَ قَدْحًـا فيِ بَـصِيْرَ تِـكَ ، وَ إِخْمَـادً ا لِـنُورِ سَرِ يـْرَ تِـكَ Tidak dipenuhinya yang dijanjikan Allah, janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah. Hal ini agar tidak mengaburkan pandangan mata hatimu dan memadamkan cahaya hatimu إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ Apabila Allah telah membukakan salah satu jalan makrifat mengenal Allah untukmu, maka jangan hiraukan mengapa itu terjadi, meski amalmu masih sangat sedikit. Allah membukakan pintu itu untukmu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepedamu. Tidaklah engkau mengerti, bahwa makrifat itu merupakan anugerah-Nya kepadamu. Sedang engkau mempersembahkan amal-amalmu kepada-Nya. Maka apalah arti apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu dengan apa yang dianugerahkan oleh Allah kepadamu تَـنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ اْلأَعْمَالِ لِـتَـنَوُّعِ وَارِدَاتِ اْلأَحْوَالِ Amal itu beragam, lantaran beragamnya keadaan yang menyelinap ke dalam hati اَلْأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ، وَأَرْوَاحُـهَا وُجُوْدُ سِرِّ اْلإِخْلاَصِ فِيهَا Amal itu merupakan kerangka yang tetap tidak bergerak, dan ruhnya ialah keikhlasan yang ada melekat padanya مااَرادتْ هِمّـَة ُ سالكٍ ان تقِفَ عِندَما كُشِفَ لهاَ الاَّونادَتـْهُ هَوَاتِفُ الحقيقَةِ الَّذى تطْلُبُهُ امامكَ وَلاَ تبَرَّجَتْ ظَواهِرُالمكوّناتِ الاَّ ونادتكَ حقاَءـقهاَ انَّما نحنُ فِتنةٌ فلا تـكفـُرْ Tiada kehendak dan semangat orang salik yang mengembara menuju kepada Allah untuk berhenti ketika terbuka baginya sebagian yang gaib, melainkan segera diperingatkan oleh suara hakikat. Bukan itu tujuan, dan teruslah mengembara berjalan menuju ke depan. Demikian pula tiada tampak baginya keindahan alam, melainkan diperingatkan oleh hakikatnya Bahwa kami semata-mata sebagai ujian, maka janganlah tertipu hingga menjadi kafir لاتَطلُبْ منهُ ان يُخرِجكَ من حالةٍ ليَسْتعملكَ فيماَ سِواها فلوارَادكَ لاسْتَعْملك من غير اِخرَاجٍ Jangan engkau meminta kepada Allah supaya dipindahkan dari suatu masalah kepada masalah yang lain, sebab sekiranya Allah menghendakinya tentu telah memindahkanmu, tanpa mengubah keadaan yang terdahulu اِحالتكَ الاَعمالِ علىٰ وجودِ الفراغِ من رعوناتِ النـَّفـْسِ Menunda amal perbuatan kebaikan karena menanti kesempatan lebih baik, suatu tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa ماتركَ من الجهلِ شيْـءـاًمن ارادَ ان يُحدِثَ فى الوَقتِ غيرَمااظهرهُ اللهُ فيهِ Tiada meninggalkan sedikitpun dari kebodohan, barangsiapa yang berusaha akan mengadakan sesuatu dalam suatu masa, selain dari apa yang dijadikan oleh Allah di dalam masa itu مِمَّايَدُلُّكَ على وجُودِ قهرِهِ سُبْحانهُ ان حجبكَ عَنهُ بما ليسَ بموجُودٍ معهُ Di antara bukti-bukti yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah yang luar biasa, ialah dapat menghijab engkau dari pada melihat kepada-Nya dengan hijab tanpa wujud di sisi Allah الكَونُ كلُّهُ ظُلمة ٌ واِنّمَا اَناَرَهُ ظُهُورُالحَقِّ فيه فمن رأى الكَوْنَ ولم يَشْهَدْهُ فيهِ اوعِندهُ اوقَبْله اوبَعْدهُ فقد اَعوزَهُ وجودُ الانوَرِ وحُجِبتْ عَنه شموس المعارفِ بِسُحُبِ الاثارِ Alam itu semuanya dalam kegelapan, sedangkan yang meneranginya, hanya karena dhohirnya Al-haq Allah padanya, maka barangsiapa yang melihat alam, lantas tidak melihat Allah di dalamnya, atau di dekatnya, atau sebelumnya, atau sesudahnya, maka sungguh ia telah disilaukan oleh nur cahaya, dan tertutup baginya surya nur-cahaya ma’rifat oleh tebalnya benda-benda alam ini
Khazanah literasi dalam sejarah peradaban Islam amatlah kaya. Ada banyak cendekiawan Muslim yang menghasilkan karya-karya bermutu tinggi. Buah pena mereka terus dibaca dan dikaji dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu kitab yang monumental adalah Al-Hikam. Ini pada mulanya merupakan hasil pendiktean imla’ yang dilakukan sang penulis, Ibnu Atha’illah, kepada seorang santrinya, Taqiyyuddin as-Subki wafat 756 Hijriyah. Guru dan murid itu sama-sama bermazhab fikih Syafii. Belakangan, Ahmad Zarruq wafat 899 Hijriyah menemukan salinan hasil dikte tersebut dari seorang pakar hukum bermazhab Syafii, Syamsuddin as-Sakhawi pada 876 H di Kairo. Dari tangan guru Tarekat Syadziliyah itulah, Al-Hikam terus dipopulerkan. Bagaikan kerang yang amat berharga, Al-Hikam mengandung mutiara-mutiara hikmah yang menakjubkan. Begitu tinggi muatan nasihat di dalamnya, sampai-sampai banyak telaah syarh yang dibuat para ulama mengenai kitab tersebut. Ahmad Zarruq sendiri sudah menulis 30 syarh atas Al-Hikam. Menurut para sejarawan, kitab ini ditulis pertama kali ketika Ibnu Atha’illah masih berguru pada Syekh Abu al-Abbas al-Mursi pada 674 Hijriyah. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Al-Hikam disusun dalam rentang masa 12 tahun. Victor Danner dalam buku Mistisisme Ibnu Atha’illah menjelaskan, kata hikam yang menjadi judul karya tersebut adalah bentuk jamak dari kata bahasa Arab, hikmah, yang berarti bijaksana.’ Isi Al-Hikam disusun dalam tiga bagian pokok, yakni aforisme, risalah, dan doa-doa. Ada sebanyak 262 aforisme dan 25 bab dalam keseluruhan buku tersebut. Bagaimanapun, versi awal Al-Hikam tidak tersusun ke dalam bab-bab. Para murid Ibnu Atha’illah-lah yang kemudian merasa perlu untuk merapikannya. Sebagai sebuah karya sastra, ia sangat kental dan dalam, menyimpulkan berbagai masalah dalam kehidupan dengan kalimat-kalimat yang bernas dan indah. Tema dasar Al-Hikam adalah makrifat dan tauhid. Tema dasar Al-Hikam adalah makrifat dan tauhid, yaitu bahwa Allah adalah Zat Yang al-Haq. Termasuk di dalamnya, petuah-petuah tentang membangun hubungan yang baik antara seorang hamba dan Rabbnya. Relasi hablum minaallah, hemat Ibnu Atha’illah, hanya bisa dibina secara ideal apabila manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya. Berkata ia dalam Al-Hikam “Bagaimana sebuah hati akan bercahaya, kalau gambar benda-benda masih melekat pada cermin-cerminnya? Dan bagaimana seseorang akan berjalan menuju Allah, sedang ia masih terbelenggu oleh hawa nafsunya?” Ibnu Atha’illah beberapa kali menekankan bahwa kunci habluminallah yang ideal adalah ridha-Nya. Bukan seberapa sering seorang hamba mendirikan ibadah. Bukan pula kemuliaan seseorang di hadapan orang-orang lain. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa seorang ahli maksiat yang menyesali kelalaiannya itu lebih baik daripada sang ahli ibadah yang merasa sujud dan rukuknya adalah tiket masuk surga-Nya. Berkata Ibnu Atha’illah “Bisa jadi Allah membukakan bagimu pintu ketaatan dan tidak membukakan bagimu pintu penerimaan. Bisa jadi Dia memberikan padamu suatu dosa dan menyebabkanmu sampai ke hadirat-Nya. Bisa jadi suatu kemaksiatan yang melahirkan kehinaan dan ketergantungan terhadap Allah lebih baik dari suatu ketaatan yang melahirkan kebanggaan dan kesombongan.” Al-Hikam mewanti-wanti pentingnya hati yang bersih dari sifat-sifat takabur dan ujub. Maka dari itu, sang penulis Al-Hikam mewanti-wanti pentingnya hati yang bersih dari sifat-sifat takabur dan ujub berbangga diri. Kuncinya adalah tersingkirnya kesombongan dalam kalbu seorang hamba. Sebab, rasa cinta kepada Allah hanya bisa diperoleh melalui sikap berserah diri secara utuh tanpa paksaan, tanpa pura-pura. “Tuhanku. Betapa lembut Engkau padaku meski besarnya kebodohanku. Tuhanku. Betapa kasih Engkau padaku meski buruknya perbuatanku. Tuhanku. Betapa dekat Engkau padaku dan betapa jauh aku dari-Mu.” Masih banyak lagi mutiara-mutiara dan permata-permata berkilauan dalam Al-Hikam. Dengan membaca dan merenungi maknanya, insya Allah seorang Mukmin dapat lebih menyerap kekhusyukan, terutama ketika sedang memanjatkan doa dan harapan kepada-Nya. Melalui karyanya ini, Ibnu Atha’illah mengajak kita untuk tidak habis-habisnya merindu kepada Allah. Tuhanku, apakah yang bisa ditemukan oleh seseorang yang kehilangan-Mu? Dan apakah yang bisa hilang dari seseorang yang menemukan-Mu? Sebelum Al-Hikam, Ibnu Atha’illah telah menghasilkan beberapa karya, semisal Fushush al-Hikam. Namun, kandungan kitab ini agak berbeda, berisi topik-topik falsafi yang diuraikan melalui nama-nama para nabi. Lelaki kelahiran Iskandariah, Mesir, ini berpulang ke rahmatullah pada 13 Jumadil Akhir 709 Hijriyah atau 10 November 1309 M. Usianya “baru” mencapai 50 tahun ketika dirinya wafat. Namun, legasinya dalam dunia kepustakaan—terutama melalui Al-Hikam—menjadikan Ibnu Atha’illah terus hidup dan menginspirasi Muslimin masa kini dan mendatang.
100% found this document useful 1 vote246 views67 pagesOriginal TitleHikam- Palavras de Sabedoria Ibn Ata AllahCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote246 views67 pagesHikam - Palavras de Sabedoria Ibn Ata AllahOriginal TitleHikam- Palavras de Sabedoria Ibn Ata Allah You're Reading a Free Preview Pages 6 to 7 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 14 to 17 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 28 to 62 are not shown in this preview.
Jakarta - Ibnu Athaillah atau yang memiliki nama lengkap Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari merupakan seorang tokoh tarekat Syadziliyah yang sangat terkemuka dan berkontribusi besar dalam perkembangan ilmu tasawuf di dunia Islam. Sosok kelahiran Alexandria, Mesir 648 H/1250 M ini memiliki julukan As-Sakandari yang disematkan pada namanya merujuk pada kota tempat kelahirannya. Sejak kecil pun, Ibnu Athaillah dikenal sangat gemar menuntut ilmu. Ibnu Athaillah pernah berguru kepada beberapa ulama secara bertahap. Di antara gurunya itu adalah Abu Al-Abbas Ahmad bin Ali Al-Anshari Al-Mursi, murid dari pendiri tarekat Al-Syadzili, Abu Al-Hasan Al-Syadzili yang hidup pada masa Dinasti Mamluk. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah kitab Al-Hikam, karya monumentalnya ini memuat kumpulan kata-kata mutiara hikmah. Pesan-pesan kebajikan dalam kitab Al-Hikam yang diungkapkan dalam bentuk redaksional singkat juga telah menarik perhatian sejumlah ulama untuk menguraikan maksudnya. Mengutip dari berbagai sumber, berikut 30 kata-kata mutiara islami dari Ibnu Athaillah, mengandung hikmah serta nasihat bagi kehidupan. Gus Baha Mengungkap Momen Langka Tatkala Malaikat Malik Tersenyum Saat Bertemu Nabi Muhammad SAW Dengki Dilarang dalam Islam tapi Boleh Iri kepada 3 Golongan Ini, Siapa Mereka? Banjir dan Longsor Momok Menakutkan, Ketahui Fatwa MUI tentang Perusakan Hutan Saksikan Video Pilihan iniBayi raksasa berjenis kelamin perempuan itu dilahirkan dengan bobot 5,8 kilogram di Majenang, Cilacap Engkau merdeka dari apa yang tak kau inginkan. Engkau budak dari apa yang kau serakahi. Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah. Sebodoh-bodoh manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinannya karena mengikuti sangkaan orang-orang. Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu, setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa. Karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu; pada waktu yang diinginkan-Nya, bukan pada waktu yang kau inginkan. Bisa jadi kamu bukan orang yang benar-benar baik. Kamu kelihatan baik hanya karena kamu di antara orang-orang yang lebih buruk dibanding dirimu. Barangsiapa yang tidak mengetahui nilai sebuah kenikmatan ketika ada, maka ia akan mengetahuinya ketika sudah tidak ada lenyap. Sebaik-baik waktumu adalah saat engkau menyadari kekuranganmu, dan engkau pun kembali mengakui kerendahanmu. Siapa yang merasa dirinya tawadhu, berarti ia sombong, karena tawadhu tidak muncul dari orang yang merasa mulia. Maka dari itu, ketika kau merasa mulia, berarti kau telah sombong. Jika engkau melihat seseorang selalu menjawab segala apa yang ditanyakan kepadanya, mengungkapkan segala apa yang disaksikannya, dan menyebut segala apa yang diketahuinya, maka ketahuilah bahwa itu tanda-tanda kejahilan kebodohan pada dirinya. Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tidak ditanam maka hasilnya tidak akan sempurna. Seseorang tidak disebut mencintai kalau masih meminta sesuatu dari yang dicintai, namun orang-orang yang betul-betul mencintai ialah orang yang mau berkorban untukmu. Maka sesungguhnya orang yang mencintai ialah orang yang memberimu, bukan orang-orang yang minta diberi pemberianmu. Keinginanmu agar orang lain mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam menghambakan diri kepada Allah. Siapa yang tidak mendekat kepada Allah, padahal sudah dihadiahi berbagai kenikmatan, maka akan diseret agar mendekat kepada-Nya dengan rantai cobaan. Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan, dan tidak adanya perasaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan. Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya adalah kurangnya ar-raja’ rasa harap kepada rahmat Allah di sisi alam yang fana. Apabila Allah telah membuatmu jemu dengan makhluk, maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kemesraan dengan-Nya. Jangan kau temani atau kau jadikan guru orang-orang yang perilakunya tidak membangkitkan kamu kepada Tuhan dan kata-katanya tidak menunjukkan kamu kepada Tuhan. Persahabatanmu dengan orang awam yang tidak merestui hawa nafsunya lebih baik dibandingkan persahabatan dengan pemuka agama yang merestui nafsunya. Istirahatkan dirimu atau pikiranmu dari kesibukan mengatur kebutuhan duniamu. Sebab, apa yang sudah dijamin diselesaikan oleh selain kamu, tidak usah engkau sibuk memikirkannya. Kau tunduk kepada alam selama belum melihat Penciptanya. Jika kau telah menyaksikan-Nya maka alam akan tunduk kepadamu. Amal yang kosong dari ikhlas sama sekali tidak berarti, bagaikan jasad tanpa ruh. Keikhlasan merupakan ruh yang menjadikan setiap amal bermakna. Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah kepadanya. Jika kau tidak ingin dipecat, jangan memangku jabatan yang tidak kekal. Jangan kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. Maksiat yang melahirkan rasa hina pada dirimu hingga engkau menjadi butuh kepada Allah, itu lebih baik daripada taat yang menimbulkan perasaan mulia dan sombong, atau membanggakan dirimu. Diantara tanda seseorang mengikuti hawa nafsu adalah bersegera melakukan amaliyah-amaliyah yang sunnah namun malas menegakkan yang bersifat wajib. Harapan adalah yang diikuti dengan tindakan. Jika tidak, maka itu hanyalah angan. Salah satu tanda seseorang hanya bergantung pada amal, bukan rahmat Allah, adalah berkurangnya harapan kepada Allah saat berbuat kesalahan. Bilamana Allah menggerakkan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah ingin memberi. Tak ada yang sulit jika engkau mencarinya melalui Tuhanmu. Tak ada yang mudah jika engkau mencarinya melalui dirimu sendiri. Allah menjadikanmu berada di alam pertengahan antara alam materi dan malakut-Nya guna memperkenalkan tingginya kedudukanmu di antara makhluk. Kau adalah mutiara yang tersembunyi dalam kulit ciptaan-Nya. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Kata mutiara islami Ibnu Athaillah – Nama Ibnu Athaillah tentu sudah tidak asing lagi di kalangan kaum muslimin. Sosok kelahiran Alexandria, Mesir 648 H/1250 M ini memiliki nama lengkap Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari. Julukan As-Sakandari yang disematkan di namanya merujuk pada kota tempat kelahirannya. Sejak kecil, Ibnu Athaillah dikenal sangat gemar menuntut ilmu. Ia pernah berguru kepada beberapa ulama secara bertahap. Di antara gurunya itu adalah Abu Al-Abbas Ahmad bin Ali Al-Anshari Al-Mursi, murid dari pendiri tarekat Al-Syadzili, Abu Al-Hasan Al-Syadzili yang hidup pada masa Dinasti Mamluk. Dari sinilah ia kemudian juga dikenal sebagai salah satu tokoh sufi terkemuka dan memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu tasawuf di dunia islam. Ibnu Athaillah tergolong ulama yang produktif. Ada sekitar 20 kitab dari berbagai disiplin ilmu keislaman yang pernah ditulisnya. Mulai kitab dari bidang tasawuf, aqidah, tafsir, hadis, nahwu dan ushul fiqih. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah kitab Al-Hikam, karya monumentalnya yang memuat kumpulan kata kata mutiara hikmah. Pesan-pesan kebajikan dalam kitab Al-Hikam yang diungkapkan Ibnu Athaillah dalam bentuk redaksional singkat juga telah menarik perhatian sejumlah ulama untuk menguraikan maksudnya. Beberapa ulama yang telah mensyarah kitab Al-Hikam di antaranya adalah Muhammad bin Ibrahim bin Ibad ar-Rasyid Rundi, Ahmad ibnu Ajiba, dan Ahmad Zarruq. Kitab Al-Hikam ini bahkan telah menjadi salah satu kitab yang banyak dikaji di sebagian besar pesantren di Indonesia. Meski ia adalah salah satu tokoh sentral di sebuah tarekat, bukan berarti pengaruh pemikirannya hanya terbatas di dunia tarekat saja. Kitab-kitab karya Ibnu Athaillah telah dibaca secara luas oleh kaum muslimin dari berbagai kelompok, utamanya kitab Al-Hikam. Selama berabad-abad hingga sekarang, kitab Al-Hikam telah menjadi kitab yang sangat populer di dunia islam. Pesan-pesan nasehat yang terangkum dalam kitab ini menjadi pelita bagi orang-orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Baca juga Kata mutiara islami Buya HAMKA Kata Bijak Islami Ibnu Athaillah Banyak sekali untaian kata kata hikmah penuh nasehat dari Ibnu Athaillah yang sangat bagus untuk disimak. Berikut ini kumpulan quote, kata kata mutiara islam dan kata kata bijak islam dari Ibnu Athaillah yang sarat dengan nasehat untuk kehidupan seorang muslim. Merdeka / budak Engkau merdeka dari apa yang tak kau inginkan. Engkau budak dari apa yang kau serakahi. – Ibnu Athaillah Umur Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah. – Ibnu Athaillah Bodoh Sebodoh-bodoh manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinannya karena mengikuti sangkaan orang-orang. – Ibnu Athaillah Jangan putus asa Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu, setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa. Karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu; pada waktu yang diinginkan-Nya, bukan pada waktu yang kau inginkan. – Ibnu Athaillah Sudah baikkah kita? Bisa jadi kamu bukan orang yang benar-benar baik. Kamu kelihatan baik hanya karena kamu di antara orang-orang yang lebih buruk dibanding dirimu. – Ibnu Athaillah Kasih sayang Allah Engkau lebih membutuhkan belas kasih-Nya ketika taat daripada ketika bermaksiat. – Ibnu Athaillah Nilai kenikmatan Barangsiapa yang tidak mengetahui nilai sebuah kenikmatan ketika ada, maka ia akan mengetahuinya ketika sudah tidak ada lenyap. – Ibnu Athaillah Menyadari Sebaik-baik waktumu adalah saat engkau menyadari kekuranganmu, dan engkau pun kembali mengakui kerendahanmu. – Ibnu Athaillah Shalat Shalat adalah pembersih hati dari kotoran dosa dan pembuka pintu keghaiban. – Ibnu Athaillah Merasa tawadhu Siapa yang merasa dirinya tawadhu, berarti ia sombong, karena tawadhu tidak muncul dari orang yang merasa mulia. Maka dari itu, ketika kau merasa mulia, berarti kau telah sombong. – Ibnu Athaillah Tanda kejahilan Jika engkau melihat seseorang selalu menjawab segala apa yang ditanyakan kepadanya, mengungkapkan segala apa yang disaksikannya, dan menyebut segala apa yang diketahuinya, maka ketahuilah bahwa itu tanda-tanda kejahilan kebodohan pada dirinya. – Ibnu Athaillah Menanam Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tidak ditanam maka hasilnya tidak akan sempurna. – Ibnu Athaillah Mencintai Seseorang tidak disebut mencintai kalau masih meminta sesuatu dari yang dicintai, namun orang-orang yang betul-betul mencintai ialah orang yang mau berkorban untukmu. Maka sesungguhnya orang yang mencintai ialah orang yang memberimu, bukan orang-orang yang minta diberi pemberianmu. – Ibnu Athaillah Tidak jujur kepada Allah Keinginanmu agar orang lain mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam menghambakan diri kepada Allah. – Ibnu Athaillah Mendekat Siapa yang tidak mendekat kepada Allah, padahal sudah dihadiahi berbagai kenikmatan, maka akan diseret agar mendekat kepada-Nya dengan rantai cobaan. – Ibnu Athaillah Hati yang mati Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan, dan tidak adanya perasaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan. – Ibnu Athaillah Lipatan Lipatan hakiki adalah kau melipat jarak dunia sehingga kau melihat akhirat lebih dekat ketimbang dirimu sendiri. – Ibnu Athaillah Bersandar pada amal Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya adalah kurangnya ar-raja’ rasa harap kepada rahmat Allah di sisi alam yang fana. – Ibnu Athaillah Mesra dengan Allah Apabila Allah telah membuatmu jemu dengan makhluk, maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kemesraan dengan-Nya. – Ibnu Athaillah Tak patut dijadikan panutan Jangan kau temani atau kau jadikan guru orang-orang yang perilakunya tidak membangkitkan kamu kepada Tuhan dan kata-katanya tidak menunjukkan kamu kepada Tuhan. – Ibnu Athaillah Keutamaan majelis ilmu Kau harus tetap menghadiri majelis ilmu meskipun masih melakukan maksiat. Jika hari ini tidak mendapatkan manfaat, mungkin esok kau akan mendapatkannya. Ketahuilah, satu kali duduk di majelis seorang ulama yang tulus, dapat membuatmu berubah dari sosok pelaku maksiat menjadi hamba yang taat dan takut kepada Allah. – Ibnu Athaillah Orang awam dan orang alim Persahabatanmu dengan orang awam yang tidak merestui hawa nafsunya lebih baik dibandingkan persahabatan dengan pemuka agama yang merestui nafsunya. – Ibnu Athaillah Kesibukan dunia Istirahatkan dirimu atau pikiranmu dari kesibukan mengatur kebutuhan duniamu. Sebab, apa yang sudah dijamin diselesaikan oleh selain kamu, tidak usah engkau sibuk memikirkannya. – Ibnu Athaillah Sang Pencipta alam Kau tunduk kepada alam selama belum melihat Penciptanya. Jika kau telah menyaksikan-Nya maka alam akan tunduk kepadamu. – Ibnu Athaillah Keikhlasan Amal yang kosong dari ikhlas sama sekali tidak berarti, bagaikan jasad tanpa ruh. Keikhlasan merupakan ruh yang menjadikan setiap amal bermakna. – Ibnu Athaillah Jangan menunda Menunda beramal shalih untuk menantikan kesempatan yang lebih lapang termasuk tanda kebodohan jiwa. – Ibnu Athaillah Penyakit Kelezatan hawa nafsu yang sudah bersarang di kalbu merupakan penyakit kronis. – Ibnu Athaillah Orang lalai dan orang berakal Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah kepadanya. – Ibnu Athaillah Aneka ragam Beraneka ragamnya jenis amal perbuatan itu adalah karena bermacam-macamnya kondisi spiritual yang datang di dalam hati. – Ibnu Athaillah Tidak kekal Jika kau tidak ingin dipecat, jangan memangku jabatan yang tidak kekal. – Ibnu Athaillah Jangan menuntut Jangan kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. – Ibnu Athaillah Lebih baik Maksiat yang melahirkan rasa hina pada dirimu hingga engkau menjadi butuh kepada Allah, itu lebih baik daripada taat yang menimbulkan perasaan mulia dan sombong, atau membanggakan dirimu. – Ibnu Athaillah Takdir Pada setiap tarikan nafas, terdapat takdir Allah yang berlaku atas dirimu. – Ibnu Athaillah Memperturutkan hawa nafsu Diantara tanda seseorang mengikuti nawa nafsu adalah bersegera melakukan amaliyah-amaliyah yang sunnah namun malas menegakkan yang bersifat wajib. – Ibnu Athaillah Hanya angan Harapan adalah yang diikuti dengan tindakan. Jika tidak, maka itu hanyalah angan. – Ibnu Athaillah Bergantung pada amal Salah satu tanda seseorang hanya bergantung pada amal, bukan rahmat Allah, adalah berkurangnya harapan kepada Allah saat berbuat kesalahan. – Ibnu Athaillah Berkurang Tatkala berkurang apa yang membuatmu senang, maka berkuranglah pula apa yang kau sedihkan. – Ibnu Athaillah Kata Kata Islami Ibnu Athaillah Digerakkan Allah When Allah inspires your tongue to ask, know that He wants to give. – Ibnu Athaillah Bilamana Allah menggerakkan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah ingin memberi. – Ibnu Athaillah Sulit dan mudah Nothing is difficult if you seek it through your lord. Nothing is easy if you seek it through yourself. – Ibnu Athaillah Tak ada yang sulit jika engkau mencarinya melalui Tuhanmu. Tak ada yang mudah jika engkau mencarinya melalui dirimu sendiri. – Ibnu Athaillah Mutiara tersembunyi God made you to be in the middle between the natural material nature and God’s angelic to introduce high foothold among creatures. You are pearl hidden in the skin of God’s creations. – Ibnu Athaillah Allah menjadikanmu berada di alam pertengahan antara alam materi dan malakut-Nya guna memperkenalkan tingginya kedudukanmu di antara makhluk. Kau adalah mutiara yang tersembunyi dalam kulit ciptaan-Nya. – Ibnu Athaillah Baca juga Kata mutiara islami Hasan Al-Bashri Itulah beberapa kata kata mutiara islam dari Ibnu Athaillah yang sangat indah dan memuat banyak hikmah dan nasehat. Semoga bermanfaat bagi kita untuk semakin lurus dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.
kata mutiara al hikam arab